Ross Woods, 2026

Array 4 x 2
Pegboard arrays are useful for teaching basic math concepts related to multiplication.
Children are ready to use a pegboard for arrays when:
Before starting array work, give children time for free pegboard play. This reduces distraction and improves focus during the math task.
For small children using a pegboard, an array is a set of pegs going up-down and across. Get the children to identify up-down and across rows. Use everyday language first (“up” and “across”). Once children are confident, gradually introduce the math words rows and columns.
For young children using a pegboard, an array is when pegs are arranged in rows and columns.
Here are four ways to explain it, especially if you have pictures. Choose one metaphor at a time.
Houses Every house must have a neighbor directly to its left, right, top, and bottom.
Soldiers "The pegs are like soldiers in a parade. Everyone is standing in a perfectly straight line, and no one is out of place."
The Window Pane "It looks like a window! Every little square is the same size, and the lines go straight from top to bottom."
The No-Gaps Rule “If you can slide your finger straight across or straight down without falling into a hole, it’s an array.”
Check they understand it. You might show some correct and incorrect arrays and get students to identify the right ones, and then correct those that are wrong (I.e. have missing pegs). Then get children to count the number of columns and rows.
Children first build arrays from two known dimensions. Later, they solve for a missing dimension, which naturally introduces multiplication and early algebraic thinking.
Three pegs up
Two across
How many pegs altogether?
Two pegs up
Three across
How many pegs altogether?
Four pegs up
Two across
How many pegs altogether?
Etc.
This is basic multiplication, using concrete forms but without any written abstractions.
Four pegs up
Eight pegs altogether
How many across?
Three pegs up
Nine pegs altogether
How many across?
Three pegs across
Nine pegs altogether
How many up?
This is an early form of algebraic thinking: 4 × □ = 12.
This is the "missing factor" strategy, and it is the perfect bridge between simple counting and abstract math. It is often easier to teach this as "early algebra" than as formal division. For a child, "splitting 9 into 3 groups" (division) feels like breaking something apart, which can be conceptually difficult. However, "building a rectangle" (algebra) feels like a puzzle. They are just looking for the "missing wall" to complete the shape.
When you ask "How many up?", you are asking them to complete a physical boundary.
Notice how the "Algebra" phrasing is much more intuitive for a child using a physical tool:
The "Division" Way
The "Algebra" Way
Once they are comfortable finding the "up" dimension, you can introduce the "Mystery Man" (the variable x).
By the time they see 3 x 3 = 9 in a textbook later, they won't be intimidated because they'll have the "muscle memory" of building that 3 x 3 square on their pegboard.
Half-pegs (or any fractional pegs) make fractions concrete and countable, which is exactly what young learners need. Half-pegs allow fractions to be treated as countable objects, rather than symbols. This supports understanding before formal notation is introduced.
Here's a very natural example:
You have two rows, and each row has 3½ pegs. So each row = 3 whole pegs + ½ peg.
Use visual reasoning on a pegboard. Think of it in steps the learners can see:
Using half-pegs lets students:
You could extend this naturally:

Array 4 x 2
Susunan papan pasak (pegboard) berguna untuk mengajarkan konsep matematika dasar yang berkaitan dengan perkalian.
Anak-anak siap menggunakan papan pasak untuk susunan ketika:
Sebelum memulai kegiatan dengan susunan, berikan anak-anak waktu untuk bermain bebas dengan papan pasak. Hal ini mengurangi gangguan dan meningkatkan fokus selama tugas matematika.
Bagi anak kecil yang menggunakan papan pasak, susunan adalah sekumpulan pasak yang tersusun ke atas-bawah dan ke samping. Ajak anak-anak mengidentifikasi baris atas-bawah dan ke samping. Gunakan bahasa sehari-hari terlebih dahulu (“atas” dan “ke samping”). Setelah anak-anak percaya diri, secara bertahap perkenalkan istilah matematika baris dan kolom.
Bagi anak-anak usia dini yang menggunakan papan pasak, susunan adalah ketika pasak disusun dalam baris dan kolom.
Berikut empat cara untuk menjelaskannya, terutama jika Anda memiliki gambar. Pilih satu metafora pada satu waktu.
Rumah Setiap rumah harus memiliki tetangga tepat di sebelah kiri, kanan, atas, dan bawahnya.
Prajurit "Pasak-pasak itu seperti prajurit dalam sebuah parade. Semua berdiri dalam barisan yang lurus sempurna, dan tidak ada yang berada di tempat yang salah."
Kaca Jendela "Bentuknya seperti jendela! Setiap kotak kecil berukuran sama, dan garis-garisnya lurus dari atas ke bawah."
Aturan Tanpa Celah “Jika Anda dapat menggeser jari lurus ke samping atau lurus ke bawah tanpa jatuh ke dalam lubang, itu adalah sebuah susunan.”
Apakah anak sudah paham? Anda dapat menunjukkan beberapa susunan yang benar dan salah, lalu meminta siswa untuk mengidentifikasi susunan yang benar, dan kemudian memperbaiki susunan yang salah (misalnya, ada pasak yang hilang). Kemudian minta anak-anak untuk menghitung jumlah kolom dan baris.
Anak-anak pertama-tama membangun susunan dari dua dimensi yang sudah diketahui. Kemudian, mereka menyelesaikan dimensi yang hilang, yang secara alami memperkenalkan perkalian dan pemikiran aljabar awal.
Tiga pasak ke atas
Dua ke samping
Berapa jumlah pasak semuanya?
Dua pasak ke atas
Tiga ke samping
Berapa jumlah pasak semuanya?
Empat pasak ke atas
Dua ke samping
Berapa jumlah pasak semuanya?
Dan seterusnya.
Ini adalah perkalian dasar, menggunakan bentuk konkret tanpa abstraksi tertulis.
Empat pasak ke atas
Delapan pasak seluruhnya
Berapa ke samping?
Tiga pasak ke atas
Sembilan pasak seluruhnya
Berapa ke samping?
Tiga pasak ke samping
Sembilan pasak seluruhnya
Berapa ke atas?
Ini adalah bentuk awal dari pemikiran aljabar: 4 × □ = 12.
Ini adalah strategi "faktor yang hilang", dan merupakan jembatan yang sempurna antara menghitung sederhana dan matematika abstrak. Sering kali lebih mudah mengajarkannya sebagai "aljabar awal" daripada sebagai pembagian formal. Bagi seorang anak, "membagi 9 menjadi 3 kelompok" (pembagian) terasa seperti memecah sesuatu, yang bisa sulit secara konseptual. Namun, "membangun sebuah persegi panjang" (aljabar) terasa seperti sebuah teka-teki. Mereka hanya mencari "dinding yang hilang" untuk melengkapi bentuknya.
Ketika Anda bertanya "Berapa ke atas?", Anda meminta mereka untuk melengkapi batas fisik.
Perhatikan bagaimana frasa "Aljabar" jauh lebih intuitif bagi anak yang menggunakan alat fisik:
Cara "Pembagian"
Cara "Aljabar"
Setelah mereka nyaman menemukan dimensi "ke atas", Anda dapat memperkenalkan "Si Misterius" (variabel x).
Pada saat mereka melihat 3 x 3 = 9 di buku teks nanti, mereka tidak akan merasa terintimidasi karena mereka sudah memiliki "memori otot" dari membangun persegi 3 x 3 tersebut di papan pasak mereka.
Setengah pasak (atau pasak pecahan lainnya) membuat pecahan menjadi konkret dan dapat dihitung, yang memang sangat dibutuhkan oleh peserta didik usia dini. Setengah pasak memungkinkan pecahan diperlakukan sebagai benda yang dapat dihitung, bukan sekadar simbol. Hal ini mendukung pemahaman sebelum notasi formal diperkenalkan.
Berikut contoh yang sangat alami:
Anda memiliki dua baris, dan setiap baris berisi 3½ pasak. Jadi setiap baris = 3 pasak utuh + ½ pasak.
Gunakan penalaran visual pada papan pasak. Pikirkan langkah-langkahnya sebagai sesuatu yang dapat dilihat oleh peserta didik:
Menggunakan setengah pasak memungkinkan siswa untuk:
Anda dapat mengembangkannya secara alami:
CC BY-NC-ND
This work is released under a CC BY-NC-ND license, which means that you are free to do with it as you please as long as you (1) properly attribute it, (2) do not use it for commercial gain, and (3) do not create derivative works.
Disclaimer: Artificial Intelligence (AI) was used in some parts of this book. If AI plagiarized your content, contact the author with evidence to initiat changes.