banner

Revising a question guide for focus groups
Merevisi panduan pertanyaan untuk focus group

Ross Woods, Aug. 2024, rev. Jul 2026. With thanks to Rεsραti Αdjipυrwο
Previously titled Writing a question guide for qualitative research

How to Pilot-Test a Question Guide

Checking and revising a question guide is a separate step from writing the draft. Many questions that seem clear to the researcher might not be clear to the participants. Pilot testing helps identify these problems. For this reason, every question guide should be pilot-tested before it is used in the actual study; it is an essential part of developing a useful question guide. It helps ensure that the questions are clear, relevant, and capable of collecting the information needed for the study. Even experienced researchers pilot-test their question guides before beginning data collection.

Pilot testing allows the researcher to revise the wording, order, and number of questions before data collection begins, improving both the quality of the discussion and the quality of the data collected. It also prevents embarrassing, time-wasting incidents where you have to explain your questions.

Your goal is to lead a conversation that is easy and natural. To do this, you need to use plain conversational language, with short sentences and simple clear wording. Respondents must be able to easily understand the point of each question the first time they hear the question. (Otherwise you will waste a lot of time in the focus group session explaining your questions.) It is not about what you meant with the questions. It is about what your respondents understand by them, and first drafts usually have questions that respondents cannot answer. Further below is a list of common problems in question guides and what to do about them.

A simple pilot-testing process is as follows:

Refine the question guide until it is simple, clear, and fully aligned with the objectives of the research. Pilot testing is an iterative process. Each round of testing should improve the wording, sequence, and effectiveness of the questions until the guide consistently produces clear, relevant, and meaningful responses. If you use the same guide for multiple groups, you may revise the guide between sessions.

N.B. Do not use your supervisor to pilot test your question guide.

Task

Pilot-test and revise your question guide. Submit to your superviser:

  1. Your revised question guide
  2. A report of your pilot-testing process

Problems with individual questions

Problems with the question guide as a whole

For each question

  1. Is it clear?
  2. Is it neutral?
  3. Can participants answer it?
  4. Does it ask only one thing?
  5. Is the language familiar to participants
  6. Is it necessary?
  7. Does it help answer the research question?

For the whole guide

  1. Are important questions missing?
  2. Are any questions repeated?
  3. Are the questions in a natural order?
  4. Are there too many questions?
  5. Does the guide stay focused on one research topic and the intended participants?
💡 Tips
• Don't be afraid to delete questions. Students usually think they need to add questions. However, pilot testing often shows that some questions produce the same information as others. Removing redundant questions usually improves the discussion by saving time and confusion. (It's also quite embarrassing for the researcher in a real group.)
• It is normally better to work on improving your draft. It is seldom helpful to give up and delete the whole question guide.

Cara Melakukan Uji Coba Panduan Pertanyaan

Memeriksa dan merevisi panduan pertanyaan merupakan langkah yang terpisah dari penulisan draf. Banyak pertanyaan yang tampak jelas bagi peneliti mungkin tidak jelas bagi partisipan. Uji coba membantu menemukan masalah-masalah tersebut. Oleh karena itu, setiap panduan pertanyaan harus diuji coba sebelum digunakan dalam penelitian yang sebenarnya; ini merupakan bagian penting dalam mengembangkan panduan pertanyaan yang berguna. Uji coba membantu memastikan bahwa pertanyaan jelas, relevan, dan mampu mengumpulkan informasi yang dibutuhkan untuk penelitian. Bahkan peneliti yang berpengalaman melakukan uji coba terhadap panduan pertanyaan mereka sebelum mulai mengumpulkan data.

Uji coba memungkinkan peneliti merevisi susunan kata, urutan, dan jumlah pertanyaan sebelum pengumpulan data dimulai. Hal ini meningkatkan kualitas diskusi maupun kualitas data yang dikumpulkan. Uji coba juga mencegah kejadian yang memalukan dan membuang waktu ketika Anda harus menjelaskan maksud pertanyaan Anda.

Tujuan Anda adalah memimpin percakapan yang mudah dan alami. Untuk melakukannya, Anda perlu menggunakan bahasa percakapan sehari-hari, dengan kalimat pendek dan susunan kata yang sederhana dan jelas. Responden harus dapat dengan mudah memahami maksud setiap pertanyaan pada saat pertama kali mendengarnya. (Kalau tidak, Anda akan membuang banyak waktu dalam sesi focus group untuk menjelaskan pertanyaan Anda.) Yang penting bukan apa yang Anda maksud dengan pertanyaan tersebut. Yang penting adalah apa yang dipahami responden dari pertanyaan itu, dan draf pertama biasanya masih berisi pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh responden. Di bawah ini terdapat daftar masalah yang sering ditemukan dalam panduan pertanyaan dan cara memperbaikinya.

Proses uji coba yang sederhana dapat dilakukan sebagai berikut:

Perbaiki panduan pertanyaan sampai sederhana, jelas, dan sepenuhnya sesuai dengan tujuan penelitian. Uji coba merupakan proses yang berulang. Setiap putaran uji coba seharusnya memperbaiki susunan kata, urutan, dan efektivitas pertanyaan sampai panduan tersebut secara konsisten menghasilkan tanggapan yang jelas, relevan, dan bermakna. Jika Anda menggunakan panduan yang sama untuk beberapa kelompok, Anda dapat merevisi panduan tersebut di antara sesi-sesi focus group.

Catatan: Jangan menggunakan pembimbing Anda untuk melakukan uji coba panduan pertanyaan.

Tugas

Lakukan uji coba dan revisi panduan pertanyaan Anda. Serahkan kepada pembimbing Anda:

  1. Panduan pertanyaan yang telah direvisi
  2. Laporan tentang proses uji coba yang telah Anda lakukan

Masalah pada pertanyaan individual

Masalah pada panduan pertanyaan secara keseluruhan

Untuk setiap pertanyaan

  1. Apakah pertanyaan itu jelas?
  2. Apakah pertanyaan itu netral?
  3. Apakah partisipan dapat menjawabnya?
  4. Apakah pertanyaan itu hanya menanyakan satu hal?
  5. Apakah bahasa yang digunakan sudah dikenal oleh partisipan?
  6. Apakah pertanyaan itu diperlukan?
  7. Apakah pertanyaan itu membantu menjawab pertanyaan penelitian?

Untuk seluruh panduan

  1. Apakah ada pertanyaan penting yang belum dimasukkan?
  2. Apakah ada pertanyaan yang diulang?
  3. Apakah pertanyaan disusun dalam urutan yang alami?
  4. Apakah ada terlalu banyak pertanyaan?
  5. Apakah panduan tetap berfokus pada satu topik penelitian dan partisipan yang dituju?
💡 beberapa nasehat
• Jangan takut menghapus pertanyaan. Mahasiswa biasanya berpikir bahwa mereka perlu menambahkan pertanyaan. Namun, uji coba sering menunjukkan bahwa beberapa pertanyaan menghasilkan informasi yang sama dengan pertanyaan lainnya. Menghapus pertanyaan yang berulang biasanya membuat diskusi lebih baik karena menghemat waktu dan mengurangi kebingungan. (Mengajukan pertanyaan yang sama berulang kali dalam focus group yang sebenarnya juga cukup memalukan bagi peneliti.)
• Biasanya lebih baik memperbaiki draf yang sudah Anda buat. Jarang sekali bermanfaat untuk menyerah dan menghapus seluruh panduan pertanyaan.

CC BY-NC-ND
This work is released under a CC BY-NC-ND license, which means that you are free to do with it as you please as long as you (1) properly attribute it, (2) do not use it for commercial gain, and (3) do not create derivative works. Link
Disclaimer: Artificial Intelligence (AI) was used in some parts of this book. If AI plagiarized your content, contact the author with evidence to initiate changes.