Contoh Diskusi dalam Artikel Jurnal
Daniel Ginting, Ross M. Woods, Yusawinur Barella, Liem Satya Limanta, Ahmad Madkur, and Heng Ee How. The Effects of Digital Storytelling on the Retention and Transferability of Student Knowledge. SAGE Open Volume 14, Issue 3, July 2024. https://doi.org/10.1177/21582440241271267
Narator yang dikenal membuat mahasiswa merasa nyaman. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya. Menurut Darejeh et al. (2021), penggunaan narasi yang familier dalam sistem pembelajaran elektronik berpotensi mengurangi beban kognitif secara efektif dibandingkan dengan sistem tanpa narasi atau yang menggunakan narasi yang tidak familier. Temuan ini berlaku pada materi pendidikan dengan tingkat keterlibatan yang rendah maupun tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa orang dapat mempelajari aplikasi perangkat lunak baru dengan lebih baik ketika mereka diberi contoh pengerjaan dalam konteks yang familier. Contoh tersebut membantu mereka menghubungkan materi baru dengan pengetahuan yang sudah dimiliki.
Temuan penelitian ini, yang menyoroti pengaruh narator yang dikenal terhadap keterlibatan emosional dan rasa keterhubungan, sejalan dengan prinsip personalisasi dalam pembelajaran multimedia. Menurut prinsip personalisasi, unsur-unsur yang menimbulkan rasa relevansi dan keterhubungan pribadi dapat meningkatkan hasil belajar (Mayer, 2014). Kehadiran narator yang dikenal dalam video menimbulkan rasa keterlibatan pribadi yang lebih kuat dan membuat proses belajar terasa lebih bermakna. Narator yang dikenal juga dapat menimbulkan rasa akrab dan keterhubungan sehingga meningkatkan keterlibatan emosional. Penelitian Darejeh et al. (2021) mendukung gagasan ini dengan menunjukkan bahwa penggunaan narasi yang familier dalam sistem pembelajaran elektronik mengurangi beban kognitif dan meningkatkan hasil belajar. Peserta didik lebih cenderung terlibat dengan materi dan merasa nyaman ketika mereka menjumpai narator yang dikenal (Darejeh et al., 2021). Penelitian Mayer dan Johnson (2008) mendukung gagasan bahwa personalisasi meningkatkan pembelajaran. Mereka menemukan bahwa penyajian pembelajaran secara personal melalui gaya percakapan dan sapaan langsung kepada peserta didik meningkatkan hasil belajar. Demikian pula, penelitian Höffler dan Leutner (2007) serta Moreno dan Mayer (2007) menunjukkan bahwa personalisasi melalui penggunaan suara manusia dan agen pembelajaran meningkatkan kinerja belajar dan keterlibatan. Temuan-temuan ini menunjukkan bahwa ketika peserta didik merasakan hubungan pribadi dengan materi pembelajaran, keterlibatan dan pemahaman mereka meningkat. Secara keseluruhan, prinsip personalisasi menunjukkan bahwa penggunaan unsur-unsur yang menimbulkan rasa relevansi dan keterhubungan pribadi, seperti narator yang dikenal, dapat meningkatkan hasil belajar.
CC BY-NC-ND
This work is released under a CC BY-NC-ND license, which means that you are free to do with it as you please as long as you (1) properly attribute it, (2) do not use it for commercial gain, and (3) do not create derivative works. Link