Menulis Alat Penilaian Anda Sendiri

Dalam mata kuliah ini, Anda akan belajar cara menulis tiga jenis alat penilaian sederhana: Tugas, Daftar Periksa Observasi, dan Kuesioner Wawancara.

Apa itu alat penilaian? Alat penilaian hanyalah cara untuk meminta mahasiswa menghasilkan bukti tertentu dalam situasi nyata yang dapat digunakan untuk penilaian. Alat penilaian mencakup:
  •   Instruksi kepada mahasiswa mengenai apa yang harus dilakukan.
  •   Instruksi kepada asesor mengenai apa yang harus dilakukan, jika hal tersebut tidak sudah jelas dalam instruksi kepada mahasiswa, dan,
  •   Formulir untuk mencatat hasil penilaian.
Kapan Anda mungkin perlu menulis alat penilaian sendiri? Dalam beberapa kasus yang tidak biasa, Anda mungkin tidak dapat menggunakan alat penilaian yang sudah ada. Sebagai contoh, jurnal tertulis tidak terlalu membantu bagi sekelompok mahasiswa tunarungu, sehingga staf setempat mengembangkan sistem wawancara yang jauh lebih efektif dan tetap mencakup semua kompetensi yang sama.

Beberapa jenis alat penilaian sederhana lainnya meliputi:

Apa Itu Mode Penilaian?

Teaching in Higher Education

Mode penilaian adalah cara mengumpulkan bukti keterampilan mahasiswa. Ujian bukan satu-satunya cara, dan dalam beberapa situasi justru sama sekali tidak sesuai. Dalam banyak kasus, mode penilaian dapat disebut sebagai tugas penilaian, yaitu tugas yang harus dilakukan mahasiswa untuk dinilai.

Mode penilaian kadang-kadang telah ditentukan dan dituliskan sebelumnya; hal ini sering terjadi jika mode penilaian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keterampilan tersebut. Berikut dua contoh:

Dalam banyak kasus, yang diberikan kepada Anda hanyalah standar dan kriteria. Anda harus bertanggung jawab memilih mode penilaian yang sesuai ketika merencanakan penilaian. Dengan lebih kreatif, Anda mungkin dapat membuat penilaian menjadi lebih valid, dan bahkan memberi mahasiswa pilihan mode penilaian.

Ingat:

Keterampilan yang harus dipelajari harus sesuai dengan
Cara keterampilan itu diajarkan,
Cara keterampilan itu dilatih,
dan
Cara keterampilan itu dinilai

Tugas

Sebuah tugas meminta mahasiswa melakukan sesuatu. Tugas tersebut harus berisi instruksi yang cukup sehingga mahasiswa mengetahui dengan tepat apa yang diharapkan dari mereka, dan harus merupakan aktivitas yang wajar dilakukan ketika menerapkan keterampilan tersebut. Misalnya, jika keterampilannya adalah mengganti ban yang bocor, maka tugasnya harus mengganti ban yang bocor.

Tugas dapat mencakup kriteria kinerja dengan tiga cara:

  1. Instruksi tugas dapat memuat kriteria penilaian sehingga mahasiswa yang menyelesaikan seluruh tugas dengan baik sesuai instruksi dapat dinilai memuaskan.
  2. Dalam kasus lain, buku teks menjelaskan secara rinci apa yang diperlukan.
  3. Anda dapat mencantumkan persyaratan pada halaman yang sama.

Keuntungan

Pertama, pendekatan ini berguna untuk aktivitas apa pun yang dapat dinyatakan sebagai suatu tugas.

Kedua, Anda dapat dengan mudah meminta lebih dari satu jenis bukti. Misalnya, Anda dapat:

Ketiga, instruksi kepada mahasiswa juga memberi tahu instruktur apa yang diperlukan, sehingga biasanya Anda tidak perlu menulis instruksi terpisah untuk asesor.

Keempat, jika tugas (atau serangkaian tugas) mengumpulkan seluruh bukti yang diperlukan untuk suatu unit, Anda dapat langsung mencatat hasil penilaian untuk unit tersebut.

Kelima, pelaporan menjadi mudah karena sebagian besar dokumentasi sudah tersedia dalam deskripsi tugas. Anda dapat menggunakan formulir yang cukup standar untuk melaporkan hasil penilaian. (Pelaporan bahkan lebih mudah jika formulir tersedia dalam perangkat lunak.) Formulir tersebut setidaknya memuat:

Daftar Periksa Observasi

Banyak asesor menggunakan daftar periksa untuk menandai semua aspek penting berdasarkan hasil pengamatan mereka.

Daftar periksa observasi adalah formulir yang setidaknya memuat:

Banyak daftar periksa hanya mengumpulkan satu jenis bukti, sehingga sering kali tidak cukup untuk mengumpulkan seluruh bukti bagi suatu unit. Namun, Anda dapat menambahkan instruksi mengenai pemeriksaan dokumen terkait dan mengajukan pertanyaan.

  1. Tempatkan instruksi untuk asesor di bagian atas formulir agar mudah terlihat. Ini biasanya jauh lebih baik daripada lembar instruksi terpisah yang mudah hilang.
  2. Usahakan agar seluruh formulir muat pada satu lembar kertas.
  3. Tambahkan kolom jika Anda perlu melakukan beberapa observasi. Ini biasanya lebih baik daripada menggunakan banyak formulir.
  4. Anda kadang-kadang dapat menyalin kriteria kinerja dari unit ke dalam formulir, tetapi biasanya perlu disederhanakan menjadi bahasa yang mudah dipahami.

Kuesioner Wawancara

Kuesioner wawancara sangat mirip dengan daftar periksa observasi. Kuesioner wawancara adalah formulir yang setidaknya memuat:

Sebagian besar pertanyaan harus berupa pertanyaan terbuka, yaitu tidak dapat dijawab hanya dengan Ya atau Tidak. Pertanyaan tersebut harus menguji lebih dari sekadar hafalan informasi. Bahkan ketika mahasiswa memberikan jawaban, Anda biasanya perlu menanyakan alasan di balik jawaban tersebut.

💡Tips
1. Cara paling sederhana menulis kuesioner wawancara adalah dengan melihat daftar persyaratan dan mengubahnya menjadi pertanyaan. Kuncinya adalah membuat pertanyaan jelas dan konkret, bukan pertanyaan seperti Jelaskan segala sesuatu di alam semesta. Anda dapat memecah pertanyaan yang rumit menjadi beberapa pertanyaan sederhana, meminta mahasiswa menjelaskan langkah-langkahnya, atau menanyakan bagaimana mereka akan melakukan atau menanggapi sesuatu.
2. Ketika Anda menulis serangkaian pertanyaan untuk menguji pengetahuan yang diperlukan, pertimbangkan untuk menawarkannya sebagai wawancara atau tugas tertulis.
3. Jika daftar pengetahuan yang diperlukan cukup rinci, satu butir pengetahuan dapat diganti dengan satu pertanyaan. Namun jika butir pengetahuan hanya menyebutkan bidang yang luas, Anda biasanya memerlukan beberapa pertanyaan untuk mencakupnya.
4. Pengetahuan kadang-kadang sudah cukup dibuktikan melalui pelaksanaan tugas penilaian.
5. Ketika menggunakan kuesioner:
  • Anda tidak perlu menanyakan pertanyaan yang sama dua kali. Ketika mahasiswa menjawab pertanyaan pertama, mereka sering kali sudah menjawab banyak pertanyaan berikutnya secara memadai.
  • Anda dapat mengajukan pertanyaan lanjutan yang diperlukan.
  • Jika mahasiswa memberikan jawaban yang salah, mungkin mereka hanya gugup dan lupa. Bimbing mereka agar dapat mencoba menjawab kembali.
  • Wawancara Anda harus mengonfirmasi bukti lain yang telah diserahkan mahasiswa. Misalnya, mereka harus mampu menjelaskan pekerjaan yang terdapat dalam portofolio mereka.

Beberapa Jenis Mode Penilaian Lainnya

Untuk membuat suatu penilaian, asesor biasanya perlu menentukan suatu jenis aktivitas. Jenis aktivitas ini disebut mode penilaian. Ada sangat banyak jenis mode penilaian lainnya: