Taksonomi Bloom
Urutan pembelajaran ini sangat baik untuk mengajarkan gagasan, teori, pendekatan, dan metode. Urutan ini didasarkan pada apa yang dikenal sebagai Taksonomi Bloom
. Benjamin Bloom adalah ketua komite yang menerbitkan buku yang sangat berpengaruh ini pada tahun 1956. Taksonomi ini merupakan cara untuk mengelompokkan tujuan dan kegiatan pendidikan berdasarkan jenis proses berpikir yang terlibat. Taksonomi ini telah direvisi beberapa kali, dan Anda dapat dengan mudah menemukan informasi yang lebih rinci di internet.
Dibutuhkan pelatihan dan praktik yang cukup banyak untuk menggunakannya dengan benar dalam merencanakan kegiatan pembelajaran, tetapi hasilnya sangat baik jika diterapkan dengan tepat.
Tingkat yang lebih rendah
Mengingat (Recall) adalah tingkat yang paling rendah. Tingkat ini hanya mengharuskan mahasiswa mengingat informasi. Apa fakta-fakta atau informasi dasar yang perlu diketahui? Mulailah dengan meminta mahasiswa menjawab pertanyaan dasar Apa?
tanpa menafsirkan atau menarik kesimpulan terlebih dahulu.
Pemahaman (Comprehension) adalah tingkat berikutnya, dan memiliki tiga subtingkat:
- Terjemahan (Translation). Mengungkapkan informasi dasar dalam bentuk yang berbeda, atau mengidentifikasinya dalam bentuk yang berbeda. Ini adalah cara yang sangat berguna untuk mengajar agar mahasiswa benar-benar memahami. Misalnya, minta mahasiswa untuk:
mengungkapkan dengan kata-kata sendiri
- menceritakannya sebagai sebuah kisah
- menggambarkannya dalam bentuk gambar atau diagram
- membuat permainan peran
- menciptakan contoh atau studi kasus.
- Menjelaskan hubungan antara berbagai unsur. Ini biasanya cukup sulit karena Anda harus mengidentifikasi unsur-unsur yang hubungan satu sama lain tidak langsung terlihat dengan sendirinya.
- Mengidentifikasi atau mengeksplorasi implikasi dan/atau konsekuensi. Ini juga sangat berguna, meskipun Anda mungkin perlu memberikan contoh yang jelas untuk dieksplorasi mahasiswa. Ajukan pertanyaan seperti:
- "Apa yang akan terjadi jika …?"
- "Apa lagi yang mungkin terjadi?"
- "Hasil seperti apa yang Anda harapkan?"
- "Siapa lagi yang akan terpengaruh oleh hal ini?"
- "Respons seperti apa yang mungkin muncul?"
- Aplikasi (Application): bagaimana menerapkannya dalam praktik.
Tingkat yang lebih tinggi
Mengajarkan keterampilan berpikir tingkat tinggi biasanya diperlukan dalam pendidikan tinggi karena memungkinkan Anda menambahkan tingkat kecanggihan yang jauh lebih besar. Dalam revisi tahun 2001, tiga tingkat tertinggi dinyatakan dalam bentuk kata kerja dan diurutkan kembali, dengan Mencipta
sebagai tingkat tertinggi:
- Menganalisis (Analyze). Apa unsur-unsur, motif, atau penyebab yang paling mendasar? Apakah ada pola tertentu? Berikan bukti untuk mendukung analisis Anda.
- Mengevaluasi (Evaluate). Buat penilaian tentang nilai atau kualitas sesuatu dengan mempertimbangkan kekuatan, kelemahan, keterbatasan, atau validitasnya. Anda dapat menggunakan seperangkat kriteria yang sudah ada (yang mungkin menyederhanakan tugas menjadi sekadar penerapan), menyesuaikan kriteria yang ada, atau menyusun seperangkat kriteria baru. Berikan bukti untuk mendukung analisis Anda. (Peringatan: Pendapat yang tidak didukung bukti bukanlah evaluasi yang baik.)
- Mencipta (Create). Gabungkan unsur-unsur yang ada dengan cara baru untuk menghasilkan solusi atau konsep baru.
Salah satu cara menggunakan taksonomi ini
- Mulailah dengan mengajarkan dua atau lebih metode alternatif untuk melakukan jenis tugas yang sama, hingga mencapai tingkat penerapan (application) dalam taksonomi.
- Bandingkan metode-metode tersebut dan jawab beberapa pertanyaan teoritis tingkat tinggi:
- Menganalisis. Dengan membandingkan berbagai metode tersebut, apa unsur-unsur mendasar dari tugas tersebut?
- Mengevaluasi. Tarik kesimpulan yang didasarkan pada informasi mengenai kekuatan, kelemahan, keterbatasan, dan validitas masing-masing pendekatan serta keseluruhan gabungannya.
- Mencipta. Dapatkah kita menyusun ulang unsur-unsur mendasar tersebut dengan cara baru dan menciptakan metode atau teori yang baru?