Gaya belajar: Apa itu?

Teaching in Higher Education

Gaya belajar adalah gagasan bahwa mahasiswa yang berbeda belajar dengan cara yang sangat berbeda dan dapat cerdas dalam cara yang berbeda pula. Sebagian lebih menyukai diskusi dan berhubungan dengan orang lain, sebagian sangat terbantu oleh kuliah yang baik, sebagian adalah pembaca atau penulis yang senang bekerja sendiri, sebagian perlu memvisualisasikan sebuah gambar, dan yang lain perlu mencoba melakukannya secara langsung.

Apa yang dipelajari seseorang dapat bergantung pada apakah pengajaran sesuai dengan gaya belajarnya. Selain itu, melihat suatu topik melalui berbagai jenis kegiatan akan membuat sesi pembelajaran Anda jauh lebih menarik dan memberikan wawasan yang lebih mendalam.

Jika Anda memiliki mahasiswa yang mengalami kesulitan, Anda perlu mempertimbangkan apakah pengajaran Anda kurang sesuai dengan gaya belajarnya. Anda juga perlu menyadari bahwa beberapa budaya lebih menyukai jenis pembelajaran tertentu dibandingkan yang lain.

Jenis-jenis gaya belajar

Ada banyak cara untuk melihat gaya belajar; berikut ini adalah contoh yang baik untuk mencakup dasar-dasarnya. Beberapa pendidik mengidentifikasi berbagai tipe, dan berikut adalah beberapa di antaranya:

Pembelajar visual
Pembelajar ini ingin melihat sesuatu, terutama diagram atau gambar. Jika diminta menjelaskan sesuatu, pilihan pertama yang paling alami bagi mereka adalah menggambar sebuah diagram.

Pembelajar auditori
Pembelajar ini menyukai suara. Mereka menganggap penjelasan lisan sangat membantu dan lebih suka menjelaskan sesuatu secara verbal.

Pembelajar teoretis
Pembelajar ini suka memikirkannya secara mendalam dan memastikan bahwa mereka memahaminya sebelum merasa siap melakukan sesuatu. Konsistensi logis sangat penting bagi mereka.

Pembelajar aktivis
Pembelajar ini suka langsung melakukannya dan melihat apa yang terjadi. Mereka merasa frustrasi jika diminta memikirkan sesuatu secara hati-hati sebelum mencobanya.

Pembelajar reflektif
Pembelajar ini ingin memikirkannya terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan.

Pembelajar yang berorientasi pada hubungan
Pembelajar ini merasa bahwa berhubungan dengan orang lain adalah hal yang paling penting. Mereka memperhatikan hubungan dan kepribadian, serta ingin belajar dari orang lain. Mereka sangat tertarik pada cara kerja manusia, tetapi tidak terlalu tertarik pada gagasan-gagasan abstrak.

Eksperimentator aktif
Eksperimentator aktif termotivasi oleh pertanyaan, "Apa yang akan terjadi jika saya melakukan ini?" Mereka bertanya, "Bagaimana jika ...?" dan "Mengapa tidak ...?".

Pembelajar yang berorientasi pada bahasa
Pembelajar yang berorientasi pada bahasa berpikir dengan kata-kata dan peka terhadap makna, bunyi, dan iramanya. Mereka mengungkapkan konsep secara verbal serta senang bercerita dan membuat lelucon. Mereka mungkin menyukai membaca atau lebih memilih komunikasi lisan.

Pembelajar kinestetik
Pembelajar ini unggul dalam aktivitas fisik dan secara alami aktif. Mereka memiliki pemahaman yang baik tentang gerakan tubuh mereka sendiri dan sering kali unggul dalam olahraga, tari, dan aktivitas fisik lainnya. Mereka memproses pengetahuan melalui sensasi fisik dan secara alami ingin menyentuh objek yang sedang mereka pelajari. Gagasan tentang lima kilogram tidak terlalu berarti bagi mereka; mereka ingin mengangkatnya dan merasakan beratnya.

Pembelajar musikal
Pembelajar musikal mendengarkan gagasan-gagasan dalam musik dan cara menafsirkan bunyi.

Pasangan variabel

Pendidik lain lebih suka melihat gaya belajar sebagai pasangan variabel:

Konkret atau abstrak
Apakah seseorang belajar melalui pengalaman konkret secara langsung (melakukan, bertindak, merasakan, dan mengalami) atau secara abstrak melalui analisis, pengamatan, dan pemikiran?

Pemroses aktif atau reflektif
Apakah seseorang memahami informasi baru dengan segera menggunakannya? Ataukah mereka belajar lebih baik melalui refleksi dan pemikiran mendalam?

Otak kanan atau otak kiri
Apakah mahasiswa memperhatikan bagian-bagian, berpikir secara berurutan dan logis, serta berusaha bersikap analitis dan objektif? Ataukah mereka intuitif dan holistik, juga memperhatikan perasaan serta sudut pandang pribadi orang-orang yang terlibat?

Auditori atau visual
Apakah mereka belajar lebih baik melalui mendengarkan atau melalui melihat sesuatu seperti teks cetak, film, gambar, atau diagram?

Terapan atau konseptual
Pembelajar terapan menginginkan tugas dengan objek nyata dan situasi belajar yang praktis dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajar konseptual lebih menyukai gagasan dan konsep.

Spasial atau nonspasial
Apakah mereka dapat memvisualisasikan bagaimana sesuatu bekerja dan posisinya dalam ruang? Ataukah mereka cenderung mengandalkan keterampilan verbal atau bahasa?

Sosial atau mandiri
Apakah mereka ingin bekerja dengan orang lain dan menikmati interaksi pribadi? Ataukah mereka lebih suka bekerja dan belajar sendiri serta menetapkan tujuan mereka sendiri?

Pembelajar kreatif atau pragmatis
Apakah mereka imajinatif dan inovatif? Apakah mereka menyukai penemuan dan pengambilan risiko? Ataukah mereka praktis, logis, dan sistematis?

Pemikir atau pelaksana
Apakah mereka ingin menemukan relevansi atau alasan "mengapa" dari suatu situasi dan berpikir berdasarkan informasi yang rinci, sistematis, logis, dan konkret? Ataukah mereka ingin mengetahui cara menerapkan informasi, melihat implikasi praktisnya, dan langsung mencobanya?

Divergen atau konvergen
Apakah mereka berusaha menghasilkan banyak jawaban yang berbeda, ataukah mereka mencoba menggunakan informasi yang rinci, sistematis, dan logis untuk mencapai satu jawaban yang paling tepat?