What is a pegboard and how is it used to teach? Apa itu pegboard dan bagaimana cara menggunakannya untuk mengajar?
Compiled by Ross Woods, 2025.
A pegboard is a flat board with a grid of holes. It comes with pegs of various colors, shapes, and sizes that fit into the holes. It is used in early childhood education activities by inserting and arranging pegs.
Here is what students can learn with a pegboard:
Coordination and Fine Motor skills
Inserting and removing pegs helps children develop the necessary dexterity and hand strength for tasks like writing and using scissors.
Visual perception
Pincer grasp practice: Children place small pegs into holes, strengthening the thumb and forefinger muscles needed for writing. This also improves fine-motor skills.
Hand-eye coordination: Repeatedly aiming and inserting pegs into holes builds precision and control. Children learn to align their hand movements with what their eyes see, improving this crucial skill.
Bilateral coordination: Using one hand to steady the board and the other to insert pegs helps integrate the two sides of the body.
Creativity and Patterning
Free design: Children create pictures or abstract patterns, developing creativity and spatial awareness. Children can use with different colored or shaped pegs.
Color and shape recognition: Colorful pegs and boards with matching shapes help children learn to identify and name colors and geometric shapes.
Color patterns: Teachers can encourage sequencing such as “red-blue-red-blue,” supporting recognition of repetition and order. Achildren can also sort and match patterns.
Symmetry activities: Making one side of the board match the other introduces early geometry and symmetry.
Pre-mathematics and Early Mathematics
Math: Children can count pegs aloud and learn one-to-one correspondence
Counting and number recognition: Count pegs aloud, place a set number per row, or match numbers written on cards.
Simple addition/subtraction: Show “3 red pegs + 2 blue pegs = 5 total.”
Grouping and sorting: Sort pegs by color or size, or create “sets” (e.g., groups of 10 for base-ten understanding).
Measurement and graphing: Make bar graphs using peg columns to represent quantities.
Beginning multiplication:
Sort pegs into rows of equal size
How many rows? How many in each row?
How many altogether?
Beginning division A:
Sort pegs into rows of equal size
How many rows? How many altogether?
How many in each row?
Beginning division B:
Sort pegs into rows of equal size
How many in each row? How many altogether?
How many rows?
Geometry and Spatial Thinking
Spatial reasoning: Arranging pegs into designs helps children understand concepts like patterns, symmetry, and spatial relationships.
Shapes and angles: Build triangles, squares, rectangles, and discuss sides and corners.
Coordinate awareness: Label rows and columns so children can place a peg at (3, 2) like on a simple coordinate grid.
Symmetrical designs: Encourage copying a pattern placed on one side of a central line.
Early Literacy
Letter formation: Use colored pegs to form letters of the alphabet.
Name recognition: Children spell their names using pegs, supporting phonemic awareness and letter identification.
Directionality: Following patterns from left to right reinforces the reading/writing direction.
Other Developmental Uses
Following instructions: Reproduce teacher-made patterns, enhancing listening and sequencing.
Problem solving: Copy a model from memory or find multiple ways to fill a space.
Social skills: Work in pairs to build shared designs, negotiating and cooperating.
Sensory exploration: The tactile nature of the pegs provides sensory input, which can be a calming and engaging activity for some children.
Pegboard adalah papan datar dengan kisi lubang. Papan ini dilengkapi dengan pasak (pegs) beragam warna, bentuk, dan ukuran yang dapat dimasukkan ke dalam lubang. Alat ini digunakan dalam kegiatan pendidikan anak usia dini dengan cara memasukkan dan menyusun pasak.
Berikut hal-hal yang dapat dipelajari anak dengan menggunakan pegboard:
Koordinasi dan Keterampilan Motorik Halus
Memasukkan dan melepas pasak membantu anak mengembangkan kelincahan dan kekuatan tangan yang diperlukan untuk tugas seperti menulis dan menggunakan gunting.
Persepsi Visual
Latihan genggaman jepit: Anak memasukkan pasak kecil ke dalam lubang, memperkuat otot ibu jari dan telunjuk yang dibutuhkan untuk menulis. Ini juga meningkatkan keterampilan motorik halus.
Koordinasi mata-tangan: Mengarahkan dan memasukkan pasak ke dalam lubang secara berulang membantu membangun ketepatan dan kontrol. Anak belajar menyelaraskan gerakan tangan dengan apa yang dilihat mata, meningkatkan keterampilan penting ini.
Koordinasi bilateral: Menggunakan satu tangan untuk menahan papan dan tangan lainnya untuk memasukkan pasak membantu mengintegrasikan kedua sisi tubuh.
Kreativitas dan Pola
Desain bebas: Anak membuat gambar atau pola abstrak, mengembangkan kreativitas dan kesadaran spasial. Anak dapat menggunakan pasak dengan warna atau bentuk yang berbeda.
Pengenalan warna dan bentuk: Pasak berwarna-warni dan papan dengan bentuk yang sesuai membantu anak belajar mengenali dan menyebutkan warna serta bentuk geometri.
Pola warna: Guru dapat mendorong urutan seperti “merah-biru-merah-biru,” untuk mendukung pengenalan pola pengulangan dan keteraturan. Anak juga dapat mengelompokkan dan mencocokkan pola.
Kegiatan simetri: Membuat satu sisi papan sama dengan sisi lainnya memperkenalkan konsep awal geometri dan simetri.
Pra-Matematika dan Matematika Awal
Matematika: Anak dapat menghitung pasak dengan suara keras dan belajar korespondensi satu-satu.
Menghitung dan mengenali angka: Hitung pasak keras-keras, letakkan sejumlah pasak per baris, atau cocokkan dengan angka yang tertulis di kartu.
Penjumlahan/pengurangan sederhana: Tunjukkan “3 pasak merah + 2 pasak biru = 5 total.”
Pengelompokan dan pengurutan: Kelompokkan pasak berdasarkan warna atau ukuran, atau buat “set” (misalnya, kelompok 10 untuk pemahaman sistem bilangan dasar sepuluh).
Pengukuran dan grafik: Buat grafik batang dengan kolom pasak untuk mewakili jumlah.
Perkalian Awal
Susun pasak ke dalam baris dengan ukuran yang sama
Berapa baris? Berapa banyak di setiap baris?
Berapa banyak semuanya?
Pembagian Awal A
Susun pasak ke dalam baris dengan ukuran yang sama
Berapa baris? Berapa jumlahnya?
Berapa banyak di setiap baris?
Pembagian Awal B
Susun pasak ke dalam baris dengan ukuran yang sama
Berapa banyak di setiap baris? Berapa jumlahnya?
Berapa baris?
Geometri dan Pemikiran Spasial
Penalaran spasial: Menyusun pasak menjadi desain membantu anak memahami konsep seperti pola, simetri, dan hubungan ruang.
Bentuk dan sudut: Buat segitiga, persegi, persegi panjang, dan diskusikan sisi serta sudutnya.
Kesadaran koordinat: Beri label baris dan kolom agar anak dapat menempatkan pasak di posisi (3, 2) seperti pada kisi koordinat sederhana.
Desain simetris: Dorong anak menyalin pola yang ditempatkan di satu sisi garis tengah.
Literasi Awal
Pembentukan huruf: Gunakan pasak berwarna untuk membentuk huruf alfabet.
Pengenalan nama: Anak mengeja nama mereka menggunakan pasak, mendukung kesadaran fonemik dan pengenalan huruf.
Arah membaca: Mengikuti pola dari kiri ke kanan memperkuat arah membaca/menulis.
Kegunaan Perkembangan Lainnya
Mengikuti instruksi: Meniru pola buatan guru, meningkatkan kemampuan mendengar dan urutan.
Pemecahan masalah: Menyalin model dari ingatan atau menemukan berbagai cara untuk mengisi ruang.
Keterampilan sosial: Bekerja berpasangan untuk membuat desain bersama, bernegosiasi dan bekerja sama.
Eksplorasi sensorik: Sifat taktil dari pasak memberikan rangsangan sensorik, yang dapat menjadi kegiatan menenangkan dan menarik bagi sebagian anak.
CC BY-NC-ND
This work is released under a CC BY-NC-ND license, which means that you are free to do with it as you please as long as you (1) properly attribute it, (2) do not use it for commercial gain, and (3) do not create derivative works.